Pertumbuhan Kredit di Jateng Melambat
Kabar Jateng
11.39
0
Semarang - Pertumbuhan kredit di Jawa
Tengah melambat pada Juni, salah satunya kredit investasi yang hanya
tumbuh 15,96 persen atau lebih rendah dibandingkan Maret yang
mencapai 16,5 persen.
"Pertumbuhan tersebut juga masih
lebih rendah dibandingkan dengan akhir tahun lalu yaitu tumbuh
sebesar 16,98 persen," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank
Indonesia Kantor Wilayah V Jateng-Daerah Istimewa Yogyakarta Marlison
Hakim di Semarang, Rabu kemarin.
Menurutnya, perlambatan pertumbuhan
kredit tersebut mengonfirmasi melambatnya pertumbuhan ekonomi Jawa
Tengah pada triwulan II/2014 yang tumbuh 5,2 persen dari tahun ke
tahun atau lebih rendah dari pertumbuhan triwulan I sebesar 5,4
persen.
Perlambatan pertumbuhan pada kredit
investasi khususnya terjadi di sektor konstruksi, sektor real estate
dan sektor jasa.
"Perlambatan pertumbuhan kredit
juga terjadi pada kredit konsumsi khususnya Kredit Pemilikan Rumah
(KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), sementara untuk kredit
modal kerja mengalami peningkatan pertumbuhan," ujarnya.
Per bulan Juni lalu, total nilai kredit
yang disalurkan oleh bank umum di Jawa Tengah mencapai Rp187,4
triliun, sebagian besar merupakan kredit produktif yang terserap di
berbagai sektor ekonomi dengan pangsa mencapai 67,84 persen.
Sementara untuk pangsa kredit Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tercatat 35,16 persen yang sebagian
besar terserap di sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan
pangsa 64,63 persen.
"Untuk pangsa kredit UMKM di
sektor industri pengolahan tercatat 10,50 persen, selebihnya terserap
di berbagai sektor ekonomi salah satunya sektor jasa 6,44 persen,"
ujarnya.***ant

Tidak ada komentar