Select Menu

Favourite

Berita Jateng

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Politik

Berita Parlemen

Ekonomi

Berita Hukum

Sepakbola

Simak Dulu

» » » » Dampak Pembatasan Solar Bersubsidi, Omzet Penjualan Mobil Disel Turun 30% Lebih


Kabar Jateng 15.12 0

 Semarang Kabarjateng.com- Baru-baru ini Pemerintah telah mengeluarkan regulasi yakni UU no 12 tahun 2014 tentang APBN-P 2014. Pada regulasi itu mengatur, volume kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta kiloliter (KL) menjadi 46 juta KL. Oleh karena itu, BPH Migas telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Pembatasan Solar dan Premium agar Kuota 46 juta KL bisa cukup sampai dengan akhir tahun 2014.

   Badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) di PT. Pertamina (Persero) akan mengimplementasikan pembatasan BBM bersubsidi khususnya Solar per 1 Agustus 2014 sesuai surat edaran BPH Migas No. 937/07/KaBPH/2014 tanggal 24 Juli 2014. Seluruh SPBU di Jakarta Pusat tidak lagi menjual Solar bersubsidi. Pembatasan pembelian terhitung mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 18.00 untuk Klaster tertentu. Kemudian kebijakan itu juga akan berlaku bagi seluruh SPBU di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Bali.

   Sedangkan untuk di kota Semarang sendiri, sejumlah SPBU sudah menerima pemberitahuan tentang kebijakan baru itu dan mulai Senin 4/8 sore sudah diberlakukan pembatasan pembelian Solar. "Kami sudah menerapkan aturan baru tersebut, kami juga sudah memasang spanduk dan surat edaran dari BPH juga sudah kami terima untuk pembatasan jam penjualan solar bersubsidi." Ungkap salah satu pemilik SPBU di Kota Semarang.

   Dengan diberlakukan pembatasan Solar bersubsidi, maka konsumen yang membeli Solar bersubsidi diluar jam operasional maka konsumen dianjurkan untuk membeli Solar non-subsidi dengan harga Rp. 13.300 dari Solar subsidi Rp. 5.500. Semenjak diberlakukan jam operasional penjualan harga Bahan Bakar Minyak Solar, maka imbas itu juga terasa oleh sebagian pengusaha otomotif. Salah satunya dealer Mitsubishi PT. Borobudur Oto Motor Jalan Raya Tugu Semarang. " Dampak penjualan mobil sudah terasa sejak bulan juli lalu, penjualan mobil L300, Col disel dan Fuso penurun sampai hingga 30% lebih ditambah lagi kondisi lebaran yang pasti semuanya menunda pengadaan ataupun peremajaan. Kecuali memang pengusaha-pengusaha yang benar-benar memerlukan penambahan armada." Ungkap Hancahyo, selaku kepala cabang Mitsubishi PT. Borobudur Oto Motor.@Aldy

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply