Select Menu

Favourite

Berita Jateng

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Politik

Berita Parlemen

Ekonomi

Berita Hukum

Sepakbola

Simak Dulu



Semarang, kabarjateng.com : Gugatan perdata PT.Inter Sport Marketing (ISM) terhadap SUN Motor dan hotel New Metro terkait dugaan pelanggaran hak cipta mulai disidangkan oleh Pengadilan Niaga  Semarang, Selasa (24/03).   

PT.ISM melalui tim kuasa hukumnya menggugat SUN Motor dan hotel New Metro karena diduga kedua perusahaan tersebut  telah melanggar hak cipta  dengan cara menggunakan content Piala Dunia Brazil 2014 yang dimiliki oleh PT.ISM selaku Media Right’s Holder FIFA World Cup Brazil 2014 untuk Indonesia. 

Selain gugatan perdata yang kini ditangani Pengadilan Niaga Semarang, PT.Nonbar  selaku kordinator tunggal kegiatan Nonton Bareng FIFA World Cup Brazil 2014 juga berencana akan mempidanakan SUN Motor dan hotel New Metro ke Polda Jateng.

Kuasa hukum PT. ISM dan PT.Nonbar, Wahyu Priyanka SH,MH mengatakan, PT.ISM menggugat kedua perusahaan tersebut masing-masing senilai Rp37,1 Miliar. Nilai gugatan perdata tersebut terdiri dari kerugian materiil senilai Rp7,1 Miliar, dan kerugian immaterial sebesar Rp30 Miliar.

“Sidang untuk kasus perdata sedang berjalan, dan kami memiliki cukup banyak alat bukti dan saksi-saksi bahwa kedua perusahaan tersebut telah melanggar hukum dengan cara menggunakan content tayangan siaran Piala Dunia 2014 di area komersialnya tanpa seizin klien kami,” ujar Wahyu yang didampingi Kepala Perwakilan PT.Nonbar Regional DIY-Jateng, Tubagus Aria, di Semarang.

Menurut Wahyu, kliennya telah menggunakan nama ISM sejak tahun 2010 untuk kegiatan-kegiatan keolahragaan.

Terkait gelaran sepak bola Piala Dunia 2014 di Brazil, ISM adalah penerima lisensi  dari Federasi Sepak bola Dunia (FIFA) untuk tayangan Piala Dunia 2014 di seluruh wilayah Indonesia.

Wahyu menjelaskan, sebagai satu-satunya pemegang lisensi siaran Piala Dunia 2014 dari FIFA untuk Indonesia, kliennya telah mengumumkan melalui media kepada seluruh hotel, restoran dan jenis usaha lainnya di Indonesia. Bahwa jika ingin menggunakan content tayangan siaran langsung Piala Dunia 2014 agar mengurus izin kepada PT Nonbar yang telah di tunjuk oleh PT.ISM sebagai Kordinator tunggal di Indonesia.

“Pemberitahuan dari klien kami agar mengurus izin penggunaan content tayangan Piala Dunia 2014 kepada PT Nonbar telah dilakukannya baik  melalui surat langsung maupun memasang iklan di media massa,” tegas Wahyu.

Pada kenyataannya banyak pihak yang merespon dengan melengkapi izin sebelum mereka menayangkan siaran langsung, namun tidak sedikit yang tidak mengurus izin.

Sepanjang siaran langsung Piala Dunia 2014, kliennya juga melakukan monitoring ke sejumlah hotel dan restoran maupun tempat usaha komersial lainnya. Dalam monitoring tersebut didapati banyak hotel termasuk Hotel New Metro dan SUN Motor menggunakan tayangan siaran  langsung sepak bola sejagat tersebut untuk tujuan komersial.

Wahyu menambahkan, sudah banyak hotel, resto maupun perusahaan yang disomasi , seperti Hotel Jayakarta Yogyakarta yang sudah dilaporkan pidananya ke Mapolda DIY, dan sekarang telah berstatus tersangka.

“Ada juga yang begitu disomasi, mereka menyelesaikan kewajibannya. Namun karena Hotel New Metro dan SUN Motor tidak mempunyai itikad baik, maka mereka kami gugat secara perdata. Untuk pidananya  akan segera kami susulkan,” pungkas Wahyu.@Ning.



Semarang, kabarateng.com - Ketua DPD PDIP Jateng sudah terpili dari tiga kandidat yang terpilih melalui surat keputusan DPP PDIP yakni, Bambang Wuryanto, Heru Sujadmoko, dan Angustina Wilujeng, Bambang mutlak menjadi pemenang tanpa harus melalui proses pemilihan dilarenakan kedua kandidat Heru dan Agustina mengundurkan diri dari pencalonan calon Ketua DPD PDIP jateng. Pria yang akrab dipanggil Bambang Pacul itu resmi menduduki pucuk pimpinan partai berlambang banteng mocong putih pada Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Tengah (Jateng) di Panti Marhaen, Semarang, Kamis (19/3/2015) malam.
Dalam konferda yang dibuka Ketua DPP PDIP, Efendi Simbolon, yang dihadiri 34 unsur pimpinan dewan pimpinan cabang (DPC) se-Jateng [DPC Karanganyar tak hadir], muncul tiga nama calon ketua yang mendapatkan rekomendasi dari DPP.
DPP melalui surat rekomendasi No. 6561 yang ditandatangani pelaksana tugas (Plt) Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua Umum Megawati Soekarnoptri merekomendasikan tiga nama yakni Bambang Wuryanto (Ketua DPP PDIP), Heru Sudjatmoko (Ketua DPD PDIP Jateng), dan Agustina Wilujeng (Sekretaris DPD PDIP Jateng).
Heru Sudjatmoko dalam sambutannya secara tidak langsung menyatakan mengundurkan diri sebagai calon ketua umum.
“Demi demi kebersamaan dan kondusivitas serta persatuan dan kesatuan PDIP dalam menghadapi pemilihan kepala daerah [pilkada] menyerahkan kepada Bambang Wuryanto untuk memimpin DPD PDIP Jateng,” ungkap dia.
Agustina Wilujeng juga menyatakan tidak sanggup mengemban tugas menjadi ketua DPD PDIP Jateng dan mendukung Bambang Wuryanto.
”Saya sepakat dengan Pak Heru untuk memilih Pak Bambang Wuryanto menjadi Ketua DPD PDIP Jateng 2015-2020,” tandas dia.
Kepada wartawan Bambang Wuryanto yang sekarang masih menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Energi dan Pertambangan menyatakan tidak merasa turun pangkat dengan menjadi Ketua DPD PDIP Jateng.
”Sebagai kader partai saya hanya menjalankan penugasan dari ketua umum. Jadi tidak merasa turun pangkat,” tandas dia.
Bambang didampingi 20 wakil ketua, termasuk mantan Ketua DPD PDIP Jateng, Heru Sudjatmoko sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan, Sekretaris Agustina Wilujeng, dan Bendahara Muhammad Ridwan. @Git
Suasana Sosialisasi Dinas Pasar di kelurahan Tlogosari Kulon berlangsung ricuh

SEMARANG, kabarjateng.com – Proyek Pembuatan Shelter di Kawasan PKL Tlogosari Semarang, ditargetkan akan berjalan pada tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto. Menurutnya, pihaknya saat ini tengah melakukan negosiasi dengan para PKL di kawasan tersebut terkait, relokasi dan penataan bangunan.

"Kita sudah ada kesepakatan dengan ketua PKL PPJ Pak Ngadino beberapa waktu lalu mengenai pemindahan lokasi PKL di taman Suryo Kusumo. Soalnya kita target tahun ini sudah berjalan," ujar Trijoto di Kantornya, Rabu, (18/3).

Ia menjelaskan, rencana pemindahan PKL ke Suryo Kusumo, agar para PKL dapat bebas berjualan. menurut Trijoto, lahan yang dipakai untuk berjualan para PKL tersebut masuk dalam kawasan Rencana Tata Ruang Wilayah, yang tidak seharusnya digunakan untuk berjualan.

"Kita sudah siapkan untuk lahan PKL disana (taman Suryo Kusumo). Kalau disana para pedagang justru mendapatkan kepastian hukum, karena tempatnya resmi. Selain itu juga akan kita buatkan lapak-lapak secara permanen, dan itu gratis! ," imbuhnya.

Sebelumnya, sekitar 200 Lebih PKL yang tergabung dalam Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) di Kelurahan tlogosari kulon, Semarang, menolak secara tegas terkait rencana pembuatan shelter di kompleks PKL Tlogosari Semarang. Aksi penolakan tersebut terlihat ketika pihak Dinas Pasar Kota Semarang mengadakan sosialisasi kepada para PKL yang bertempat di kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (16/3) malam, lalu.

Para pedagang mengaku, rencana pembuatan shelter itu, akan mengancam keberadaan PKL yang sudah puluhan tahun berjualan di area tersebut. Para PKL pun merasa solusi pemindahan ke taman Surya Kusuma, Tlogosari, oleh Dinas Pasar tidak tepat. Menurut mereka, di samping tempat tersebut  banjir juga di diduga belum ada ijin dari warga setempat.karena tanah milik warga setemapat  rencana akan di bangun balai kesehatan warga.

"Tanah disana (taman surya kusuma red) masih bermasalah, mana mungkin lahan yang masih sengketa itu kami tempati. Apalagi ketika musim hujan seperti ini, kondisinya becek dan banjir! , " ujar  Wasir, salah satu pedagang PKL Tlogosari.

Acara sosialisasi yang sebelumnya berjalan aman dan kondusif itupun mendadak memanas, tatkala pihak  Kepala dinas pasar Trijoto dikabarkan tidak menginformasikan ke Ketua PPJ Ngadino perihal diselenggarakannya acara tersebut. Setelah terjadi perdebatan selama kurang lebih 30 menit, Para PKL akhirnya membubarkan diri. Mereka menyatakan bahwa undangan sosialisasi tersebut tidak sah dan terkesan “di begal” oleh Kepala Dinas Pasar, Trijoto.

"Kalau undangan itu ya ketua dikabarin dulu, masa bikin acara ketua kita tidak diundang. Kita ada pimpinan. Paguyuban kita legal kok," ujar salah satu pedagang yang egan disebutkan namannya.

Setelah para warga membubarkan diri, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto kemudian baru sampe di tempat sosialisasi kantor kelurahan tersebut dengan terlambat.dan langsung  mengadakan rapat  mendadak kepada para panitia yang terdiri dari petugas Dinas PSDA-ESDM, Satpol PP dan beberapa pihak terkait.

Terpisah, Ketua PPJ Ngadino mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Dinas Pasar kepada PKL tersebut dinilai kurang humanis dan tergesa gesa. Dirinya mengaku tidak pernah di ajak rembugan apalagi di kasih surat undangan mengenai sosialisasi shelter tersebut.

”baru saja datang mas, Selasa (17/3), pagi. masa kasih surat undanganya setelah acaranya sudah selesai sudah bubar tadi malam, (Senin, 16/3). Sebelum sosialisasi juga tidak ada pembicaraan apapun.

Ketua PPJ yang juga seorang Notaris itu menambahkan, bahwa Asosiasi PKL yang didirikannya itu sudah legal dan resmi. "PPJ itu terbentuk sejak era pemerintahan pak Sukawi dulu. Kita Resmi berdiri," terang Ngadino.

Diduga rencana proyek shelter di kompleks PKL Tlogosari tersebut menggunakan dana alokasi APBD Kota Semarang tahun 2015 sebesar Rp. 3,5 Milyar. Meski telah ditandatangani oleh DPRD, namun dana tersebut belum turun. Hal itulah yang diduga menjadi penyebab pihak Dinas Pasar mempercepat relokasi PKL Tlogosari, tanpa ada pemberitahuan secara resmi. (Bay)
Foto: Bayu Nugroho (Jateng Ekspres)
Semarang, Kabarjateng.com - Polemik pembangunan Trans Studio di kawasan Wonderia dan TBRS Semarang masih bergulir dan memunculkan nama baru yang diduga mempunyai hubungan erat pada MoU antara walikota Semarang Hendrar Prihadi dan PT Trans Ritel Property tetang rencana pembangunan Trans Studio di area TBRS Semarang.

Nama tersebut adalah Ceo Suara Merdeka Grup, Kukrit Suryo Wicaksono. Isu tersebut kami langsir dari sebuah tulisan di Kompasiana 13 Maret 2015

Dalam Tulisan yang kami kutip, si penulis Saleh Syarif Boestaman mengungkapkan, isu itu berawal dari hutangKukrit kepada pemilik Trans Ritel Property Chaerul Tanjung sehingga sebagai kompensasi Kukrit harus mencarikan lokasi strategis di kota Semarang untuk pembanguinan Trans Studio, dan dipililah kawasan TBRS Semarang.


"Informasinya begini: Bahwa CEO Suara Merdeka itu punya hutang sangat besar pada owner Trans Ritel Property Chaerul Tanjung. Sebagai kompensasi, Kukrit harus membantu mencarikan lokasi yang strategis di Kota Semarang untuk pembangunan Trans Studio. Strategis seperti apa? Menilik wawancara Chaerul Tanjung di berbagai media, lahan yang dibutuhkan untuk Kawasan Terpadu yang terdiri atas Trans Studio, Trans Hotel, dan Trans Luxury Mall sekitar 10 hektar, harus di tengah kota, dengan akses memadai." 

Penulis juga menyinggung soal kekuatan Kukrit yang menggunakan Seuara Merdeka Grup untuk menekan Hendar Prihadi, dan mengancam tidak akan membantunya dalam pemilihan Walikota 2015 nanti.

"Tentu saja, Pak Hendrar keberatan. Tapi Kukrit mengancam tidak akan membantu dalam kampanye Pilwakot 2015. Dengan jaringan Suara Merdeka Group yang menguasai industri media di Semarang, bahkan Jawa Tengah, ucapan Kukrit tentu sangat menyeramkan. Tanpa Suara Merdeka yang berarti juga tanpa Wawasan, suaramerdeka.com, TVKU, Tabloid Cempaka, Suara Sakti FM, dan Trax FM, maka Pak Hendrar dengan kesolidan PDIP sekalipun, tidak akan menang.

Maka menyerahlah Pak Hendrar. Mungkin beliau berfikir, lebih baik kehilangan dukungan seniman yang jumlahnya tak seberapa dan mahasiswa yang belum tentu mempunyai hak pilih, daripada kehilangan dukungan Suara Merdeka."


Benarkah Kukrit adalah dalang sebenarnya dalam rencana pembangunan Trans Studio di TBRS Semarang?

lalu muncul juga tulisan di Suara Merdeka Cetak edisi Kamis 12 Maret berjudul “Pemicu Pertumbuhan Ekonomi”. Yang ini dari tulisan tersebut adalah duungan untuk pembangunan Trans Studio, dalam tulisan tersebut juga terdapat statmen Kukrit sebagai ketua Kadin yang mendukung pembangunan Trans Studio. http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pemicu-pertumbuhan-ekonomi/



"Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono juga menyambut baik pembangunan Trans Studio di Semarang. Menurut dia, iklim investasi di Kota Semarang menjadi lebih baik. Apalagi proyek tersebut bernilai triliunan rupiah. Apabila Trans Studio berdiri, diharapkan bisa menarik investasi lain.

Bisnis di Kota Semarang pun akan ikut berkembang. Objek wisata tersebut juga akan membuka lapangan pekerjaan baru. Efek pembangunan Trans Studio sangat besar, selain investasi, bisnis- bisnis yang terkait dengan wisata seperti pusat oleh-oleh dan hotel juga akan ikut berkembang." @Red



Puluhan Masa GRANAT berorasi di Depan
Gedung Kejati Semarang
Semarang, Kabarjateng.com - Protes tentang penundaan atau jadwal eksekusi mati terpidana kasus narkoba yang sampai saat ini tidak jelas mendapat protes dari beberapa aktivis anti narkoba. Gerakan Anti Narkoba (GERANAT) menggelar aksi protes di depan gedung Kejasaan Tinggi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Kamis (12/3).

Puluhan masa GRANAT cabang kota Semarang menuntut segera dilaksanakannya eksekusi mati untuk terpidana kasus narkoba yang merusak masa depan generasi muda bangsa ini. Paulus, wakil ketua GRANAT Semarang mengingatkan pihak kejaksaan agar jangan sampai terpengaruh intervensi dari pihak manapun terutama dari pihak asing.

"Sampai saat ini Kejaksaan masih terus mengulur- nggulur waktu pemberian intruksi tim eksekutor untuk melakukaneksekusi mati para terpidana ksus Narkoba, ini membuktikan ketidak tegasan dari merekaa, padahal keputusan pidana sudah final, tinggal eksekusi saja, tapi kenapa tidak segera dilakukan." Ujarnya.

Sementara itu Assintel Y Hendrik P, mengatakan bawa kejaksaan bukannya menunda tapi menunggu waktu yang ditetapkan. 
"Kita tidak menunda, tidak ada penundaan, kita hanya menunggu waktu atau tanggal yang ditetapkan." ujarnya. meski begitu pihak kejaksaan masih tidak memberikan jadwal jelas eksekusi tersebut dilaksanakan. @Git-Ning
SEMARANG, kabarjateng.com- Kemeriahan badut, kurcaci dan pendukung hiburan ini, biasanya terlihat di pesta ulang tahun atau acara karnaval. Namun kemeriahan Club yang memiliki Giant LED dan double Sexy Dancer pertama di Semarang, menghadirkan mereka di tengah lincahnya DJ Boim Ghetto memainkan turn table DJ. 

“Kami selalu konsisten untuk menghadirkan suasana baru di Club, lewat Babyface Nite Carnival lah di bulan ini”, ungkap Obin Robin selaku Marketing Promotion Babyface Club & Karaoke.

Bukan hanya badut yang bermain sulap atau atraksi juggling tapi ada juga kurcaci yang siap menemani mereka menari dan bergembira bersama partygoers. “Saya sangat antusias untuk perform di acara ini”, sambung Boim Ghetto. DJ yang dinobatkan sebagai best RnB DJ Indonesia ini, suasana pesta akan bertambah semakin meriah dengan penampilan Rayi AS, Rahma Putry, VJ Forte Glissant, Memo Band, Babyface Sexy Dancer, Mr. Shuffle, dan Dancer yang berwarna dalam gelap Candyled, yang dipastikan akan membuat Babyface Nite Carnival menjadi semakin berwarna. Acara yang akan digeber pada Sabtu 14 Maret 2015, Babyface Club akan diubah menjadi layaknya taman bermain yang penuh dengan keceriaan.@Aldy
SEMARANG, Kabarjateng.com- Perayaan Paskah identik dengan berburu telur dan menghias telur, kegiatan tersebut biasanya dilakukan anak-anak setelah pulang dari Kebaktian. Tujuan dari kegiatan ini sendiri, adalah untuk mempererat hubungan dengan anggota keluarga. Oleh karena itu, Kisah tentang keakraban tersebut yang akan kami hadirkan dalam event khusus dalam rangka memeriahkan Paskah.

Event yang akan di gelar pada Hari Minggu, 12 April 2015 di Poolside Hotel Patra Jasa Semarang ini bertema ‘Kids Eggstravaganza’ merayakan paskah untuk mengembangkan kreativitas anak dan eksistensi Perusahaan. Acara yang akan dimulai dari jam 09.00 - 12.00 ini sengaja disiapkan untuk menambah keceriaan Anak-anak.

Adapun kegiatannya adalah Lomba Berburu 1000 Telur, Lomba Menghias Telur dan Lomba Mewarnai Gambar. Untuk memeriahkan acara ini akan dibuka dengan penampilan aneka tarian, Fire Juggling serta Badut Sulap dan yang tak kalah serunya lgi Chef Hotel akan mendemokan cara memahat buah atau Fruit Carving di depan para Peserta dan Pengantar.

Acara ini boleh diikuti oleh semua anak baik member maupun non member dari PATRA SPORT CLUB dengan kategori Play Group sampai dengan SD kelas 3. Hanya dengan membayar Rp. 40.000,-, peserta dapat mengikuti 2 kategori lomba dan sudah termasuk soft drink & snack. Dalam acara tersebut anak-anak tidak hanya akan diajak untuk seru-seruan dalam berbagai kegiatan yang akan disuguhkan, namun Management juga mengajak semua Peserta untuk ikut berbagi kepada Anak Yatim Piatu.

"Dalam acara ini kami akan menyediakan 1000 butir telur, dimana 500 butir untuk dilombakan dan 500 butir, mainan dan buku cerita yang dikumpulkan dari Peserta dan akan kami sumbangkan ke Panti Asuhan. Bagi perserta yang mau daftar bisa datang langsung ke Hotel Patra Jasa atau hubungi ke Mbak Iva dinomor 024 8414141 ext 8752 atau 081 914 498 800. "Tutup Iva Choriati, selaku Guest Activities Manager.@Aldy