Select Menu

Favourite

Berita Jateng

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Politik

Berita Parlemen

Ekonomi

Berita Hukum

Sepakbola

Simak Dulu


Semarang, kabarateng.com - Ketua DPD PDIP Jateng sudah terpili dari tiga kandidat yang terpilih melalui surat keputusan DPP PDIP yakni, Bambang Wuryanto, Heru Sujadmoko, dan Angustina Wilujeng, Bambang mutlak menjadi pemenang tanpa harus melalui proses pemilihan dilarenakan kedua kandidat Heru dan Agustina mengundurkan diri dari pencalonan calon Ketua DPD PDIP jateng. Pria yang akrab dipanggil Bambang Pacul itu resmi menduduki pucuk pimpinan partai berlambang banteng mocong putih pada Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Tengah (Jateng) di Panti Marhaen, Semarang, Kamis (19/3/2015) malam.
Dalam konferda yang dibuka Ketua DPP PDIP, Efendi Simbolon, yang dihadiri 34 unsur pimpinan dewan pimpinan cabang (DPC) se-Jateng [DPC Karanganyar tak hadir], muncul tiga nama calon ketua yang mendapatkan rekomendasi dari DPP.
DPP melalui surat rekomendasi No. 6561 yang ditandatangani pelaksana tugas (Plt) Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua Umum Megawati Soekarnoptri merekomendasikan tiga nama yakni Bambang Wuryanto (Ketua DPP PDIP), Heru Sudjatmoko (Ketua DPD PDIP Jateng), dan Agustina Wilujeng (Sekretaris DPD PDIP Jateng).
Heru Sudjatmoko dalam sambutannya secara tidak langsung menyatakan mengundurkan diri sebagai calon ketua umum.
“Demi demi kebersamaan dan kondusivitas serta persatuan dan kesatuan PDIP dalam menghadapi pemilihan kepala daerah [pilkada] menyerahkan kepada Bambang Wuryanto untuk memimpin DPD PDIP Jateng,” ungkap dia.
Agustina Wilujeng juga menyatakan tidak sanggup mengemban tugas menjadi ketua DPD PDIP Jateng dan mendukung Bambang Wuryanto.
”Saya sepakat dengan Pak Heru untuk memilih Pak Bambang Wuryanto menjadi Ketua DPD PDIP Jateng 2015-2020,” tandas dia.
Kepada wartawan Bambang Wuryanto yang sekarang masih menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Energi dan Pertambangan menyatakan tidak merasa turun pangkat dengan menjadi Ketua DPD PDIP Jateng.
”Sebagai kader partai saya hanya menjalankan penugasan dari ketua umum. Jadi tidak merasa turun pangkat,” tandas dia.
Bambang didampingi 20 wakil ketua, termasuk mantan Ketua DPD PDIP Jateng, Heru Sudjatmoko sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan, Sekretaris Agustina Wilujeng, dan Bendahara Muhammad Ridwan. @Git
Henry Wahyono ketua KPU kota Semarang
Semarang, kabarkateng.com - KPU kota Semarang sedang mempersiapkan sosialisasi untuk Pilkada kota Semarang pada Desember 2015 nanti.

"KPU kota Semarang saat ini sedang menyiapkan beberapa hal terkait pelaksanaan pilkada 2015 nanti." ungkap, Henry Wahyono Ketua KPU Kota Semarang.
Pasca revisi terbatas UU No 1 tahun 2015, banyak sekali perubahan yang harus disosialisasikan, terjadi beberapa perubahan diantaranya pemilihan dengan sistem paket calon walikota bersama dengan wakil walikota, dan pelaksanaannya yang sudah dipastikan akan berlangsung pada bulan Desember 2015. 
" Sedangkan sengketa pemilu akan di tangani mahkamah konstitusi, dan untuk batas usia untuk calon Gubernur 30 tahun dan calon Walikota 25 tahun, minimal pendidikan SMA atau sederajat." tambahnya.
Ambang batas kemenangan juga mengalami perubahan, perolehan suara tertinggi adalah mutlak pemenangnya, sehingga dipastikan tidak ada lagi putaran ke dua. Sementara itu untuk syarat calon perseorangan atau Independen juga mengalami perubahan sebelumnya menurut PERPU No 1 Tahun 2014 persyaratan calon hanya harus memiliki 3 % suara dari keseluruhan penduduk kota Semarang, tapi karena ada perubahan peraturan tersebut sekarang menjadi 6,5 %.
Henry juga berharap pada bulan April mendatang seluruh PKPU peraturan KPU Pusat sudah selesai dan di breakdown menjadi peraturan KPU kota semarang, sehingga pada bulan Juni 2015 pelaksanaan tahapan sudah bisa dicapai, 
" Pemungutan suara Desember, jadi kampanye nanti pada bulan November, dan pendaftaran pada bulan Agustus." ujar Henry.
Untuk anggaran sendiri KPU Kota Semarang mendapatkan 41M dari APBD, @git-ning






Kendal, Kabarjateng.com - Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Jawa Tengah bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Itqon Kabupaten Kendal, menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dengan tema “Meningkatkan Peran Pemuda Dalam Memilih Pemimpin yang Amanah”. Dengan menggandeng ratusan santriwan dan santriwati dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Kendal, TIDAR yang merupakan salah satu organisasi sayap Partai Gerindra  menggarap pemilih pemula. 

Komisioner KPU Jawa Tengah, Moch. Hakim Junaidi menjelaskan bahwa peran pemuda sangat penting bagi suksesi pemilukada yang akan digelar serentak di Jawa Tengah yang meliputi 17 kabupaten/kota.

“Kami berharap para pemuda bisa berpartisipasi aktif dalam menentukan pemimpin yang amanah,” unkapnya usai pelaksanaan seminar di Kendal, Minggu (08/02) kemarin.

Anggota DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi mengajak generasi muda untuk paham dan mengerti pentingnya berpolitik. Dia menjelaskan bahwa politik adalah upaya untuk mensejahterakan masyarakat.

“Politik itu merupakan salah satu upaya dalam mensejahterakan masyarakat,” ucap Denty.
Menurutnya generasi muda harus paham betul makna berpolitik yang sesungguhnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan potensi diri untuk berpolitik, dengan  harapan kegiatan seminar tersebut dapat menjadi wahana bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan dalam berpolitik.

Sementara Ketua Pengurus Daerah Tidar Jawa Tengah, Ulul Aufa mengaku senang sekali dengan digelarnya kegiatan seminar yang bisa dihadiri para Kyai dan pengasuh Ponpes. Peserta juga nampak antusias dalam berdiskusi dengan para nara sumber.
Ulul juga mengucapkan terimakasih kepada Pengurus Nahdhatul Ulama di wilayah kecamatan Patebon Kendal yang bisa hadir di tengah-tengah para peserta seminar.

“Seminar ini cukup efektif karena menjangkau hampir semua santriwan dan santriwati se-Kabupaten Kendal. Kami berharap adik-adik sebagai pemilih pemula ini bisa paham dan mau berpartispasi aktif dalam pemilukada secara serentak,” ujar Ulul.


TIDAR sebagai organisasi kepemudaan Partai Gerindra selalu melakukan kegiatan yang berbasis 
pemuda. Ragam kegiatan yang meliputi pelatihan, seminar, kompetisi olahraga, dan sosial adalah sebagai bentuk sumbangsih TIDAR untuk mensuplai suara pada Partai Gerindra yang saat ini menjadi partai terbesar ketiga di Indonesia. @Ning.
Semarang, Kabarjateng.com - Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jawa Tengah, Abdul Wachid menyampaikan bahwa dari 16 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan di Jateng, pihaknya menargetkan akan memenangkan 30 persennya. Partai Gerindra menargetkan bisa mendapatkan lima atau enam kemenangan dalam pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan serentak di 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada akhir 2015 nanti.

"Kami targetkan bisa memenangkan 30 persen dari 16 Pilkada yang akan diselenggarakan di Jateng," ujarnya usai peresmian gedung DPD Gerindra di Jalan Pamularsih Semarang, yang sekaligus bertepatan dengan hari lahir (Harlah) Partai Gerindra yang ke 7, Jumat (06/02).

Target kemenangan di lima atau enam Pilkada di Jateng tersebut menurutnya hal yang biasa-biasa saja, karena Partai Gerindra merupakan tiga besar partai politik pemenang Pemilu 2014.
Namun, dia tidak menyebutkan daerah mana saja yang menjadi target pemenangan Pilkada nanti. Dan secara tidak langsung dirinya menyatakan bahwa Partai Gerindra mengincar posisi kepala daerah di wilayah Jawa Tengah bagian barat, timur, dan utara.

"Target utama kami harus bisa memenangkan Pilkada Kota Semarang yang merupakan jantungnya Provinsi Jateng," tambah Wachid.

Wachid juga menyampaikan, untuk kriteria calon kepala daerah yang akan diusung Partai Gerindra pada 16 Pilkada di Jateng mendatang adalah tergantung dari hasil survei yang akan segera dilakukannya.  Partai Gerindra juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan koalisi dengan partai politik  lain, karena selama ini hubungan politik dengan partai lain tetap solid.

Sementara Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menjelaskan pihaknya juga akan melakukan konsolidasi dan menggerakkan mesin partai agar bisa bekerja optimal sebagai langkah untuk pemenangan Pilkada di Jateng. Pihaknya mengaku telah mengundang pengurus Partai Gerindra di tiap-tiap daerah yang hendak menggelar Pilkada untuk kepentingan kekuatan partainya.

“Kami juga telah mengundang pengurus partai dari tiap daerah yang akan menggelar Pilkada,” katanya.


Diketahui 16 daerah di Jateng yang akan menggelar Pilkada pada 2015 itu antara lain Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Blora. @Ning.
Semarang - Meski pemilihan Wali Kota Semarang tinggal beberapa bulan, tetapi sampai saat ini masih minim figur yang muncul. DSiperkirakan akan menguntungkan calon walikota dari kalangan petahana (incumbent).

Menurut analis politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono, bahwa kecenderungan yang terjadi sampai sekarang ini belum ada figur yang bisa menandingi elektabilitas dan popularitas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang memutuskan maju lagi. Dengan minimnya figur yang sanggup menandingi figur "incumbent", pengajar FISIP Undip itu mengakui peluang terjadinya "head to head" atau hanya dua calon yang bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat sangat besar.

Menurut dia, selama ini kedekatan yang dibangun Hendi sebagai wali kota kepada masyarakat sangat erat dengan banyaknya intensitas turun ke tengah masyarakat sehingga elektabilitas dan popularitasnya masih kuat.

"Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kan bisa mengusung sendiri figur 'incumbent', mungkin dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sementara itu, parpol-parpol lain, seperti Golkar, PKS, Demokrat, PAN, dan Gerindra bisa saja berkoalisi," katanya.

Akan tetapi, kata dia, jika parpol-parpol ternyata tidak mau saling mengalah dalam menghadapi figur "incumbent", bisa saja muncul lebih dari dua calon yang diusung parpol atau koalisi parpol pada pilkada.

"Dalam politik memang bisa saja muncul kejutan. Ya, bergantung pada kecerdasan politik para elite untuk mengusung figur yang tepat untuk menyaingi elektabilitas dan popularitas figur 'incumbent'," pungkas Teguh.

Sebagaimana diwartakan, sejumlah parpol di Kota Semarang sudah mulai menyiapkan diri menghadapi Pemilihan Wali Kota Semarang 2015, salah satunya dengan penjajakan koalisi, seperti dilakukan PKS dan Golkar.

Demokrat juga telah menjajaki komunikasi dengan sejumlah parpol, yakni Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN), dan rencananya mengajak PKS untuk bergabung dalam koalisi yang tengah dirancang.

Keinginan untuk menyolidkan barisan parpol yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) dilontarkan oleh Gerindra, sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) jajaki koalisi dengan PDI Perjuangan. **antarajateng
Koordinator Divisi Pengawasan dan
Humas Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo
Semarang, Kabarjateng.com : Badan Pengawas Pemilu Bawaslu Jawa Tengah telah menyiapkan 48 Calon Anggota Panwaslu Kabupaten Kota terpilih yang siap dilantik. 48 Calon Anggota Panwaslu terpilih antara lain untuk masing-masing daerah sebanyak 3 orang yaitu dari Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kota Pekalongan, Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Klaten.

"Anggaran pun sudah disiapkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten kota yang akan melaksanakan penyelenggaaraan pemilihan Bupati dan Walikota." Ujar Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo di kantornya, Kamis (29/01).

Teguh menambahkan, bahwa kedatangannya di Bawaslu RI diterima Pimpinan Bawaslu RI Endang Wihdatiningtyas, selain melaporkan kesiapan secara umum juga melaporkan bahwa Bawaslu Jateng telah melakukan audensi dengan Bupati, Walikota dan Sekda di 16 kabupaten kota yang akan melaksanakan penyelenggaraan pemilihan.

Pemerintah kabupaten/kota juga sudah semuanya menyiapkan anggaran yang diperlukan, namun demikian ada beberapa yang belum sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Dari data yang kami inventarisir dari 16 kabupaten yang ada, dana yang telah tersedia sejumlah Rp.46.687.518.500,” tandas Teguh.

Ia menambahkan bahwa dana tersebut jelas belum sepenuhnya tercukupi, karena ada beberapa pemerintah daaerah yang saat itu masih ragu apakah pemilihan akaan dilaksaanakan secara langsung atau melalui DPRD setempat,maupun terkait dengan Pengawas TPS yang keberadaannya di tiap-tiap 
TPS dan merupakaan hal yang baru.

Jika dilihat secara proporsional anggaran yang disediakan dan jumlah penduduk atau desa yang ada, ada 2 kabupaten yang masih sangat kecil penyediaan anggarannya yaitu Kabupaten Rembang dengan 294 desa/kelurahan menyediakan dana baru 1 milyard dan Kabupaten Blora dengan 295 desa/kelurahan menyediakan dana baru 1,5 milyard. Sedangkan daerah yang sudah cukup besar menyediakan anggaran antara lain Kabupaten Purworejo sebanyak 6,2 milyard dan Kabupaten Klaten 4,5 milyard.


Terkait pelantikan Panwas Kabupaten Kota terpilih, dari hasil konsultasi di Bawaslu RI masih harus menunggu tahapan di syahkan dalam Peraturan KPU RI, sehingga harus menunggu itu. Sedangkan terkait dengan belum tercukupinya anggaran di beberapa kabupaten kota, Bawaslu Jateng merencanakan akan mengkomunikasikan kembali pada pimpinan daerah, baik itu DPRD nya maupun Bupati atau Walikotanya dalam waktu dekat.@Ning.
Suasana Peserta Saat Mengikuti Tes di Panti Marhen DPD PDIP Jateng
Semarang, Kabarjateng.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Jumat (16/1) Siang, menggelar tes pemilihan untuk calon ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP tingkat Kecamatan. Tes dilangsungkan di 5 lokasi berbeda untuk 5 Daerah Pemilihan (Dapil) dengan urutan Ganjil meliputi Dapil 1 di Gedung (Gd). Panti Marhen Semarang, Dapil 3 Gd. Wisuda Budaya Grobogan, Dapil 5 Gd. Panti Marhen Boyolali, Dapil 7 Gd. Politeknik Banjarnegara, dan Dapil 9 Gd. Yaumi  Kabupaten Tegal, Slawi, Jawa Tengah.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng menjelaskan, dalam memilih calon ketua PAC, DPD PDIP Jateng melakukan penyaringan melalui tes secara tertulis yang digelar selama dua hari, Jumat (16/1) dan Sabtu (17/1).

"Untuk Jumat ini jadwalnya Dapil ganjil, besok hari Sabtunya giliran Dapil genap yakni dapil 2,4,6,8 dan 10. Untuk Tempat tesnya  sudah ditentukan oleh panitia pelaksana," Ujarnya kepada awak media di Semarang.

Ia mengatakan dari 10 dapil yang ada di Provinsi ini, total peserta yang mengikuti tes mencapai sekitar 2.300 lebih. Adapun untuk panitia pelaksana tes dibagi menjadi 5 tim yang terdiri dari internal partai.

"Untuk penanggung jawab acara dari kita sendiri (DPD PDIP), Penanggung jawab soal dan jawaban ada dari anggota dewan provinsi, sedangkan pengawas serta sekretariat kami serahkan di DPC yang bersangkutan. Khusus untuk soal kami dibantu pengurus alumni GMNI Jateng," imbuhnya.

Nantinya setelah proses pelaksanaan tes selesai, dilanjutkan dengan tahapan verifikasi data peserta yang dilakukan melalui rapat koordinasi tingkat DPD Jateng untuk kemudian akan diumumkan menjadi 3 nama calon ketua PAC yang akan direkomendasikan dalam proses musyawarah pemilihan ketua Anak Cabang ditiap PAC.

"Jadi kita akan menerbitkan rekomendasi untuk 573 kecamatan Sejateng, kita berharap proses ini dapat segera rampung pada akhir Januari nanti," Ungkapnya.

Setelah pemilihan Ketua PAC baru dibentuk, akan dilangsungkan konferensi cabang (konfrencab) untuk memilih kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode baru. Pemilihan struktural partai itu sendiri merupakan metode baru yang dilakukan PDIP dalam rangka keterbukaan demokrasi secara musyawarah mufakat.

"Karena kita pengurus partai maka kita mengikuti aturan dari DPP. Melalui pemilihan tersebut juga untuk mencegah adanya praktek money politik, sehingga kami harus memilih calon pemimpin tanpa ada voting," Ujarnya. (by)